KEMATIAN MENDADAK PADA SAPI POTONG DAN KERBAU

[postlink]http://sumaterafarm.blogspot.com/2009/04/kematian-mendadak-pada-sapi-potong-dan.html[/postlink]

Terjadinya kematian mendadak sering ditemui pada ternak baik yang baru tiba dari suatu daerah maupun yang baru diimpor dari luar negeri. Kematian kadang-kadang tidak didahului gejala klinis yang jelas. Dari berbagai macam penyakit yang menyebabkan keadaan di atas, salah satu penyebabnya adalah kuman Clostridia toksigenikdan telah dilaporkan kejadiannya dari Sukabumi (Jawa Barat) dan Kalimantan Selatan. Keseluruhan kasus tersebut telah didiagnosa oleh Balai Penelitian Veteriner (BALITVET) Bogor sebagai enterotoksemia oleh kuman Clostridium perfringens type A.

Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui cara penanggulang-an kematian mendadak pada ternak sapi dan kerbau.
Hasil penelitian menunjukkan, bahwa penggunaan vaksin Alum Precipitated Toxoid (APT), yang dihasilkan dari pengembangan vaksin toksoid alfa dari Cl. perfringens type A(vaksin mati yang diemulsikan dalam gel aluminium) dengan dosis 2,5 ml/ekorsecara subcutan, sebanyakdua kali dengan interval 1 bulan (booster diberikan 1 bulan setelah vaksinasi pertama) mampu menstimulasi produksi antibodi terhadap toksoid alfa pada tingkat proteksi. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak terjadi perkembangan antibodi. Pemberian vaksin APT dengan dosis 2,5 ml/ekor secara subcutan pada sapi dapat menurunkan tingkat mortalitas oleh enterotoksemia. Pemberian booster 1 bulan setelah vaksinasi pertama dapat lebih meningkatkan respon kekebalan terhadap enterotoksemia.

Berdasarkan hal di atas, penggunaan vaksin APT secara benar dan terencana pada ternak akan mampu menurunkan tingkat kematian ternak akibat enterotoksemia yang pada gilirannya juga menekan kerugian.

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan hubungi Kami :